About Me

Foto saya
Bantaeng, Sul-sel, Indonesia
Yg jeLas Baikkk deCh...

artikel dari ismail

Buat Mahasiswa Indonesia di Mancanegara
‘Napster’ Gray-Literatur Untuk Membantu Pendidikan dan Riset di Indonesia


Oleh: Ismail Fahmi < ismail@itb.ac.id >
Ketua Knowledge Management Research Group ITB
Sekjen IndonesiaDLN


Abstrak

Sebagian besar dari kita yang sudah terbiasa mengakses internet pasti pernah mendengar nama ‘Napster’ atau mungkin sering menggunakannya. Dalam tulisan ini penulis akan menjelaskan ‘Napster’-nya bangsa Indonesia khusus untuk mengelola ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Tulisan ini juga mengajak mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kini di mancanegara untuk turut serta dalam upaya membantu dan membangun Indonesia melalui ilmu pengetahuan, dengan cara berbagi ilmu pengetahuan yang kita dapatkan atau kita hasilkan, melalui ‘Napster’ kita tersebut.

Idenya sederhana, bagaimana agar kemudahan yang didapatkan mahasiswa Indonesia untuk memperoleh informasi seperti dalam bentuk artikel, paper, gray-literatur, journal, dan lain-lain yang free dan public domain itu dibagikan juga kepada bangsa Indonesia yang tidak bisa menikmati fasilitas tersebut. Caranya mudah, yaitu install ‘Napster’-GDL (Ganesha Digital Library) di komputer pribadi, simpan file-file gray-literatur tersebut di sana, dan share melalui sinkronisasi online ke server ‘Napster HUB’-GDL di Indonesia. Hub ini secara otomatis akan menyebarkan informasi gray-literatur tersebut ke jaringan digital library yang terdistribusi di seluruh Indonesia.

Napster

Napster adalah sebuah jaringan informasi antar PC di internet yang biasanya digunakan untuk berbagi – sharing – file lagu-lagu dalam format MP3 dan format lainnya. Melalui program windows yang dipasang di komputer pribadi, seseorang bisa memberikan akses kepada siapapun di Internet untuk mendownload file lagu yang dia miliki. Dia pun juga bisa mencari dan mengakses lagu yang dia inginkan melalui jaringan Napster. Pusat Napster akan memberi tahu di PC mana di internet dia bisa mendownload file tersebut. Jadilah Napster sebagai jaringan file sharing yang paling besar di dunia.

Terlepas dari kontroversi soal hak cipta atas lagu-lagu yang dishare, Napster ini telah mengilhami penulis untuk menciptakan sebuah jaringan digital library (GDL-Network) untuk berbagi ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Sebuah jaringan digital library yang didesain khusus dengan mempertimbangkan kondisi internet di Indonesia (negara berkembang), dan mirip Napster yaitu memudahkan institusi atau individu untuk sharing ilmu pengetahuan yang dimiliki dan mengakses ilmu pengetahuan bangsa Indonesia yang terkumpul dalam The Indonesian Digital Library Network, IndonesiaDLN.

IndonesiaDLN

IndonesiaDLN merupakan sebuah “mother of digital library networks in Indonesia”. Jaringan ini didesain bersama oleh pustakawan dan saintis teknologi informasi pada tahun 2000, dan diluncurkan operasionalnya pada bulan Juni 2001. Tujuannya adalah membangun sebuah komunitas berbagi ilmu pengetahuan di Indonesia, yang membuka keterlibatan semua pihak secara luas dan terbuka.

Untuk itu, disusun sebuah standard interoperabilitas metadata yang harus diikuti oleh setiap software digital library yang ingin bergabung ke dalamnya. Standard ini dibuat mengikuti standard metadata – data tentang data – internasional, yaitu Dublin Core. Diharapkan pada suatu saat bisa dibangun jaringan digital library network dengan internasional. Metadata standard inilah yang menjadi ‘darah’, yang mengalirkan informasi ilmu pengetahuan dari dan ke setiap server digital library di IndonesiaDLN, http://idln.itb.ac.id.

Saat ini sudah ada dua buah software yang akan berperan dalam sharing ilmu pengetahuan melalui IndonesiaDLN, yaitu GDL (Ganesha Digital Library) yang dibuat oleh KMRG (Knowledge Management Research Group) ITB, dan NS (New Spektra) yang dibuat oleh UK Petra Surabaya. Kedua software tersebut sudah mengikuti standard metadata IndonesiaDLN, dan alhamdulillah ujicoba interoperabilitas data antara kedua software dapat dilakukan dengan sukses pada tanggal 8 Juni 2001. Data yang dihasilkan oleh NS dalam format XML dapat dibaca dan langsung masuk ke database GDL, dan nanti demikian juga sebaliknya.

GDL membentuk GDL-Network, yaitu jaringan server digital library yang menggunakan software GDL. Demikian juga dengan NS, yang membentuk InCU-VL, Indonesian Christian University-Virtual Library network. Kedua network ini melalui server HUB-nya masing-masing kemudian bertemu dalam IndonesiaDLN. Jika nanti ada software digital library lain atau ada jaringan informasi seperti warintek, Jaringan Informasi Islam (JII), SME digital library network (sedang dikembangkan oleh KMRG dan YLTI), dan lain-lain yang akan bergabung dalam berbagi ilmu pengetahuan, harus menggunakan standard metadata IndonesiaDLN yang sudah disepakati bersama. Inilah yang dimaksud IndonesiaDLN sebagai “mother of digital library networks” di Indonesia.

GDL-Network

Khusus software GDL, sekarang sudah diluncurkan dan didistribusikan sebagai Free-Software, http://gdl.itb.ac.id/download/. Ada tiga edisi yaitu untuk Personal, Warung Internet, dan Institusi. GDL-Network dirancang oleh penulis dengan konsep yang sebagian diambil dari Napster tetapi disesuaikan dengan kondisi internet di Indonesia yang notabene lambat, mahal, dan di banyak tempat masih langka.

Saat ini sudah terdapat 20 lebih institusi yang terdaftar sebagai partner, antara lain yang sudah terhubung dan bisa diakses koleksinya melalui GDL-Hub: Perpustakaan Pusat ITB, Magister Management IPB, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Universitas Muhammadiyah Malang, Badang Litbang Kesehatan Jakarta, Universitas Bina Nusantara, Universitas Kristen Atma Jaya, Universitas Syam Ratulangi Manado, Universitas Haluoleo Kendari, Universitas Cendrawasih Irian Jaya, IAIN Sunan Kalijogo Yogyakarta, dan LSM Dana Mitra Lingkungan. Juga terdapat 2 orang yang terdaftar sebagai Personal.

Diharapkan mahasiswa Indonesia di mancanegara dapat bergabung baik sebagai Personal maupun Institusi. Semua kontribusi akan ditampung di GDL-Hub, dengan URL http://gdlhub.indonesiaDLN.org.

Kontribusi Mahasiswa Indonesia di Mancanegara

Dalam melakukan riset, selalu para peneliti dan mahasiswa di Indonesia dihadapkan pada permasalahan sulitnya mendapatkan literatur dan referensi dari dalam negeri. Kalaupun ada tidak jarang referensi tersebut sudah kadaluwarsa dan perkembangan ilmu saat itu sudah jauh di depan. Bagaimana mungkin kita information literate dan hasil penelitian kita berkualitas? Kecuali kita mendapatkan akses terhadap sumber informasi terbaru.

Ini adalah sebuah permasalahan umum yang dihadapi mahasiswa dan peneliti di Indonesia, hal mana ini merupakan kebalikan dari kondisi mahasiswa kita di mancanegara. Mereka dengan mudah dapat mengakses state of the art dari teknologi dan ilmu pengetahuan di sana.

Sebuah fenomena menarik saat ini terjadi di kalangan mahasiswa Indonesia. Mereka yang di mancanegara mulai banyak yang mengulurkan bantuan untuk mencarikan paper, artikel, journal, dan gray literature lainnya dari database yang dapat mereka akses di mancanegara dan selanjutnya dikirim kepada mahasiswa di Indonesia. Cara ini cukup banyak membantu dan efektif untuk sebagian kecil mahasiswa yang memesan.

Kalau sedikit dicermati, sebenarnya bukan tidak mungkin penelitian yang dilakukan mereka di mancanegara juga dilakukan mahasiswa dan peneliti di Indonesia. Hal ini sebenarnya bisa menjadi peluang bagus untuk menaikkan manfaat dari informasi dan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh mahasiswa di mancanegara. Caranya adalah dengan membagi apa yang mereka dapatkan kepada bangsa Indonesia khususnya kepada para mahasiswa dan peneliti. Begitu mereka menemukan informasi yang bermanfaat, saat itu juga disebarkan kepada rekannya di Indonesia. Untuk membantu bangsa Indonesia, tidak perlu menunggu setelah mereka pulang. Ketika sedang belajar pun ada bisa mereka sumbangkan.

Memang tidak masuk akal jika gray literatur tersebut dikirimkan kepada seluruh rekannya di Indonesia, atau mereka cari siapa yang butuh. Ada cara yang lebih efektif. Kini sudah ada sebuah jaringan ‘Napster’ nasional yang siap menampung kontribusi mereka.Yaitu jaringan perpustakaan digital Indonesia tersebut di atas.

Pasang Napster-GDL di PC Anda

Yang perlu dilakukan oleh mahasiswa Indonesia di mancanegara adalah:
1. Dowload source code GDL dari http://gdl.itb.ac.id/download/.
2. Download form registrasi untuk edisi Personal atau Institusi di http://gdl.itb.ac.id/. Isi dan kirimkan via email ke ismail@itb.ac.id.
3. Pasang GDL tersebut di PC anda, dan edit konfigurasi lokal sesuai petunjuk hasil registrasi. Jika ada masalah pada saat instalasi, silahkan kontak kmrg@kmrg.lib.itb.ac.id untuk free technical support.
4. Upload gray literature yang anda miliki lengkap dengan file full textnya ke Napster-GDL di PC anda. Anda dapat melakukan searching untuk menemukan file tersebut di kemudian hari saat anda perlukan.
5. Share koleksi yang anda miliki berikut file full teksnya ke GDL-Hub, yang siap menampung dan menyebarkan abstraknya ke seluruh server digital library di IndonesiaDLN. Ini dapat dilakukan dengan mudah melalui menu Sinkronisasi di GDL anda. Sebaiknya anda gunakan IE untuk sinkronisasi. Browser lain belum diuji kompatibilitasnya.

Selanjutnya, mahasiswa dan peneliti di Indonesia dapat dengan mudah mencari gray literatur hasil kontribusi anda di mancanegara tersebut melalui search engine yang ada di setiap server GDL di IndonesiaDLN. Jika butuh file full teksnya, mereka dapat mendownload langsung ke GDL-Hub yang berfungsi sebagai penampung dan repository. GDL-Hub berada di ITB, yang kini memiliki koneksi ke internet 2 Mbps sehingga mudah diakses dari mancanegara.

Napster-GDL Pertama di Mancanegara

Disini penulis dapat memberikan sebuah contoh implementasi GDL yang dilakukan mahasiswa Indonesia di mancanegara. Server ini dipasang oleh rekan kita Taufiq Abdul Gani < topgan@ee.um.edu.my > dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang sedang belajar di Universitas Malaysia.

Server GDL yang dipasang di PCnya digunakan untuk menampung gray literature kontribusi dia dan rekan-rekannya yang sedang belajar di mancanegara. Beberapa artikel sudah dimasukkan dan disebarkan melalui GDL-Network. Hasil uji coba ini dapat dilihat di GDL-Hub di URL http://gdlhub.indonesiaDLN.org/go.php?top=/*Institution/ACPTUNSYIAH/.

Kontribusi dari personal mahasiswa di mancanegara nanti akan dapat diakses dari GDL-Hub dengan URL http://gdlhub.indonesiaDLN.org/go.php?top=/*Personal/KODE/ sedangkan di setiap server GDL partner, akan dapat dilihat URL http://[servername]/go.php?top=/IndonesiaDLN/*Personal/KODE/. KODE di sini adalah kode Publisher atau server GDL yang diperoleh dari hasil registrasi.

Masalah Copyright dan Copyleft

Barangkali ada yang mempertanyakan masalah copyright dan kebijakannya di IndonesiaDLN. Dan khususnya yang berhubungan dengan copyright dari gray literatur yang diupload ke dalam server GDL.

Pada prinsipnya IndonesiaDLN adalah sebuah jalan raya yang bisa melewatkan kendaraan dengan muatan apapun. Dan jalan ini tidak bertanggung jawab atas isi muatan setiap kendaraan. Seperti halnya di dunia nyata, pemilik kendaraanlah yang berkepentingan dan bertanggung jawab atas isinya.

Seperti analogi di atas, masalah copyright atau copyleft diserahkan sepenuhnya kepada pengelola server digital library masing-maing. Yang dapat dilakukan oleh IndonesiaDLN adalah menyediakan sebuah elemen metadata untuk diisi dengan pernyataan copyright oleh contributor atau editor. Melalui elemen inilah kita dapat menyebutkan sumber atau copyright dari gray literatur yang diupload.

Secara default pernyataan copyright yang disediakan oleh form upload GDL adalah “Copyright 2001, [publisher]. Verbatim copying and distribution are permitted in any medium provided this notice is preserved.” Pernyataan ini diambil dari web site Free Software Foundation yang dikelola oleh Richard Stallman.

Jika gray literatur yang diupload diperoleh dari sumber lain dan bukan karya sendiri, sebaiknya pernyataan ini dirubah dengan menyebutkan sumber atau penulisnya sebagai pemilik copyright, atau langsung diisikan pernyataan copyright yang mereka berikan jika ada.

IndonesiaDLN tidak akan mengkomersialkan gray literatur hasil kontribusi dari mahasiswa Indonesia di mancanegara. Semua akan disediakan bagi bangsa Indonesia yang membutuhkannya secara terbuka.




Copyright 2001, Ismail Fahmi. Verbatim copying and distribution are permitted in any medium provided this notice is preserved.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LOVE