About Me

Foto Saya
Bantaeng, Sul-sel, Indonesia
Yg jeLas Baikkk deCh...

Kelestarian Lingkungan hidup

ARTIKEL
Kerangka Tulisan:
1.     Menentukan Latar Belakang Materi,
  1. Uraian Materi Pokok,
  2. Permasalahan,
  3. Cara Penanggulangan Permasalahan,
  4. Kesimpulan.

Kelestarian Lingkungan Hidup

     Tidak bisa disanggah lagi kalau saat ini, segala aktifitas yang di lakukan masyarakat modern sangat tergantung pada ketersediaan energi. Hampir di semua sektor kegiatan, energi menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu, kemajuan suatu Negara akan sangat terkait dengan kecukupan ketersediaan energi di Negara tersebut. Sebut saja Negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, dan Negara-negara Eropa lainya, bahkan Korea. Ketersediaan energi di Negara-negara tersebut sangat menandai untuk melakukan kegiatan di berbagai bidang yang bisa di andalkan untuk pembangunan bangsa dan negaranya. Namun, dalam pengadaan energi tentu saja harus memerhatikan faktor kelestarian lingkungan hidup. Karena lingkungan tempat mahluk hidup ini bernaung tidak kalah pentingnya dari kebutuhan-kebutuhan hidup lainnya. Merusak lingkungan hidup sama saja dengan mencelakakan diri sendiri. Lingkungan hidup suatu Negara akan sangat berkait dengan  Negara lain karena kita tinggal di bumi yang sama. Oleh sebab itu, setiap Negara sangat berkewajiban untuk sungguh-sungguh memerhatikan dan mencegah hal-hal yang bisa menjadi penyebab kerusakan lingkungan hidup.
     Dampak kerusakan lingkungan hidup seperti pemanasan global saat kini sudah mulai di rasakan di berbagai belahan bumi ini. Seperti terjadinya peningkatan suhu udara, permukaan air pasang, yang bisa menenggelamkan pulau-pulau kecil, dan daratan di sekitar pantai, terjadinya perubahan iklim, mata air mulai tercemar yang kini sudah terjadi di beberapa tempat termasuk di negeri ini. Semua itu karena lingkungan tempat manusia dan mahluk hidup lainnya sudah tercemar. Bahkan, menurut sumber-sumber yang bisa dipercaya, keganasan topan yang akhir-akhir ini suka melanda salah satu bagian di daratan Amerika, diprediksi oleh para ahli sebagai efek dari pemanasan global. Ancaman lain yang tidak kalah bahayanya bagi kehidupan manusia adalah terjadinya hujan asam.
     Di Indonesia sendiri, memasuki tahun 2006 telah terjadi angin badai di beberapa perairan yang mengakibatkan banjir di daerah sekitar pantai hingga berhari-hari. Akibatnya para nelayan tidak bisa turun ke laut untuk mencari ikan sehingga mereka mengalami masa-masa paceklik. Belum lagi lebatnya curah hujan mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa daerah. Kejadian-kejadian seperti ini tentu masih punya kaitan dengan pemanasan global akibat kerusakan lingkungan. Jika penyebab-penyebab kerusakan global ini tidak ditanggulangi untuk ditekan sekecil mungkin, tentu kerusakan lingkungan yang sudah terjadi ini akan semakin parah. Akibatnya, akan merugikan semua mahluk hidup termasuk kita.
penyumbang terbesar kerusakan lingkungan hidup secara menyeluruh adalah polusi yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Seperti batu bara, bahan bakar minyak, dan gas alam secara besar-besaran. Dari pembakaran itu berakibat terjadinya emisi rumah kaca sebagai penyebab pemanasan global.
Masalah lingkungan hidup memang bukan persoalan salah satu Negara saja, tetapi sudah menjadi tanggung jawab seluruh bangsa dan Negara. Oleh karena itu, kita harus mengusahakan diri untuk mencegah rusaknya lingkungan hidup. Beberapa Negara yang masih memanfaatkan bahan bakar fosil berusaha mengurangi efek rumah kaca dengan menggunakan bahan bakar gas alam yang secara ekonomis sangat kompetitif bila dibandingkan dengan penggunaan minyak bumi dan batu bara. Hanya sebenarnya gas alam juga tetap menimbulakan karbon dioksida, tetapi lebih sedikit bila di bandingkan dengan penggunaan minyak bumi dan batu bara. Di samping itu, gas alam juga menimbulkan methan selama proses penyediaannya, yang kesemua itu dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Akhir-akhir ini sering muncul teori tentang efek rumah kaca. Pariset Amerika mengatakan bahwa variabel aktivitas mataharilah yang berpengaruh pada naik turunya suhu global. Namun, mengurangi pembakaran bahan bakar fosil bagi pemenuhan kebutuhan energi tentu mempunyai manfaat yang besar, paling tidak sebagai langkah penghematan cadangan sumber daya alam yang ada untuk dipergunakan oleh anak cucu kita nanti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LOVE