Selasa, 13 April 2010
Biografi Chairil Anwar
Chairil Anwar
Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" dalam karyanya berjudul Aku adalah penyair terkemuka Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia.
Masa kecil
Dilahirkan di Medan, Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, mantan bupati Indragiri Riau, berasal dari nagari Taeh Baruah, Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Sedangkan dari pihak ibunya, Saleha yang berasal dari nagari Situjuh, Limapuluh Kota dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia.
Chairil masuk sekolah Holland Indische school (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu penjajah Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sekolah menengah pertama belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.
Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastera. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.
Masa Dewasa
Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di "Majalah Nisan" pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya.
Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).
Akhir Hidup
Vitalitas puitis Chairil tidak pernah diimbangi kondisi fisiknya, yang bertambah lemah akibat gaya hidupnya yang semrawut. Sebelum dia bisa menginjak usia dua puluh tujuh tahun, dia sudah kena sejumlah penyakit. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar.
Buku-buku
• Deru Campur Debu (1949)
• Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949)
• Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin)
• "Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949", diedit oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986)
• Derai-derai Cemara (1998)
• Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948), terjemahan karya Andre Gide
• Kena Gempur (1951), terjemahan karya John Steinbeck.
Terjemahan ke dalam bahasa asing
Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing, antara lain bahasa Inggris, Jerman dan Spanyol. Terjemahan karya-karyanya di antaranya adalah:
• "Sharp gravel, Indonesian poems", oleh Donna M. Dickinson (Berkeley? California, 1960)
• "Cuatro poemas indonesios [por] Amir Hamzah, Chairil Anwar, Walujati" (Madrid: Palma de Mallorca, 1962)
• Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York, New Directions, 1963)
• "Only Dust: Three Modern Indonesian Poets", oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets, 1969)
• The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany, State University of New York Press, 1970)
• The Complete Poems of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang, dengan bantuan H. B. Jassin (Singapore: University Education Press, 1974)
• Feuer und Asche: sämtliche Gedichte, Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag, 1978)
• The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, oleh Burton Raffel (Athens, Ohio: Ohio University, Center for International Studies, 1993).
Karya-karya tentang Chairil Anwar
• Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949, diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan, Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta, 1953)
• Boen S. Oemarjati, "Chairil Anwar: The Poet and his Language" (Den Haag: Martinus Nijhoff, 1972).
• Abdul Kadir Bakar, "Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar" (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, 1974)
• S.U.S. Nababan, "A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar" (New York, 1976)
• Arief Budiman, "Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan" (Jakarta: Pustaka Jaya, 1976)
• Robin Anne Ross, Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar, Auckland, 1976
• H.B. Jassin, "Chairil Anwar, pelopor Angkatan '45, disertai kumpulan hasil tulisannya", (Jakarta: Gunung Agung, 1983)
• Husain Junus, "Gaya bahasa Chairil Anwar" (Manado: Universitas Sam Ratulangi, 1984)
• Rachmat Djoko Pradopo, "Bahasa puisi penyair utama sastra Indonesia modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985)
• Sjumandjaya, "Aku: berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers, 1987)
• Pamusuk Eneste, "Mengenal Chairil Anwar" (Jakarta: Obor, 1995)
• Zaenal Hakim, "Edisi kritis puisi Chairil Anwar" (Jakarta: Dian Rakyat, 1996)
Chairil Anwar
Nama penyair Chairil Anwar adalah identik dengan kesusastraan Indonesia. Setiap orang Indonesia yang telah mengecap pendidikan formal pasti mengenal namanya. Ini menunjukkan bahwa Chairil Anwar sangat dikenal sebagai sastrawan, khususnya penyair. Walaupun Chairil Anwar meninggal dalam usia yang relatif muda 27 tahun, tetapi melalui karya-karyanya ia membuktikan kata-kata dalam sajaknya, Sekali berarti setelah itu mati dan Aku mau hidup seribu tahun tahun lagi.
Chairil hadir pada situasi peralihan yang penuh gejolak. Sebuah transisi dari situasi terjajah menuju kemerdekaan. Penolakan terhadap kolonialisme dan pemikiran dunia yang muncul pada masa Perang Dunia II ikut membentuknya. Surat Kepercayaan Gelanggang merupakan wujud penolakan Chairil dan teman-temannya terhadap pengertian kebudayaan nasional sebagai kegiatan melap-lap kemudian lama yang lapuk. Kebudayaan menurut mereka adalah cara suatu bangsa mengatasi masalah yang lahir dari situasi zaman dan tepat.
Chairil Anwar menjadi sangat terkenal karena dua hal. Pertama, ia menulis sajak-sajak bermutu tinggi dengan jenis sastra yang menyandang suatu ideologi atau pemikiran besar tertentu seperti perang, revolusi dan sebagainya. Ahli sastra menyebut sastra jenis ini dengan istilah Sastra Mimbar, yaitu jenis sastra yang secara tematis sangat erat hubungannya dengan keadaan dan persoalan zaman. Hal itu dapat berupa tanggapan dari persoalan-persoalan besar di zaman itu. Beberapa karya Chairil Anwar yang termasuk sastra mimbar adalah Aku, Perjanjian Dengan Bung Karno, Catatan Tahun 1946 dan Kerawang Bekasi.
Kedua, ia juga menulis sajak-sajak yang menjadi bahan perenungan yang temanya lebih kepada persoalan-persoalan keseharian. Ahli sastra menyebutnya Sastra Kamar. Karya Chairil yang digolongkan kedalam jenis ini adalah Senja di pelabuhan, Derai-Derai Cemara, Penghidupan. Pengolahan bahasa sajak-sajak Chairil sangat khas dan spesifik.
Chairil telah membuka kemungkinan yang sangat tak terduga. Ia membawa suasana, gaya, ritme, tempo, nafas, kepekatan dan kelincahan yang mengagumkan kepada sastra Indonesia. Sampai saat ini masih terasa pengaruh bahasa sajak Chairil ikut membawa warna perkembangan bahasa dan sastra Indonesia. Chairil mampu melepaskan bahasa dari lingkungan kaidah baku bahasa, yang mungkin secara tata bahasa menyalahi aturan, tetapi sebagai sarana ekspresi sangat fungsional dan indah. Begitu kuatnya pengaruh Chairil di dalam mengolah pengucapan bahasa sajak, menyebabkan penyair-penyair sesudahnya meneladani cara pengolahan bahasa sajaknya.
Chairil tidak setengah-setangah dalam menggeluti dan menjalani prisnsip hidupnya. Ia dapat mengungkap sesuatu persoalan dengan luas karena pengalaman dan perjalanan hidupnya yang luas pula. Ia juga seorang yang sangat gemar membaca. Apalagi kegemaran\nya ditunjang oleh kemampuannya berbahasa asing seperti Jerman, Belanda dan Inggris dengan baik. Melalui penguasaan bahasa itulah ia memperoleh informasi dari pihak pertama.
Dunia kesusastraan sebagai pilihan hidupnya dijalaninya dengan sangat bersungguh-sungguh. Ia pun bekerja habis-habisan untuk mengolah pilihan hidupnya itu dan ia berhasil, meskipun ia tidak sempat menyaksikan bahwa ia benar-benar berhasil menggeluti pilihan hidupnya itu karena ajal lebih dahulu menjemputnya.
Banyak orang mengira bahwa Chairil adalah petualang kumuh. Tetapi salah seorang sahabatnya, Asrul sani membantahnya. Chairil selalu berpakaian rapi, meskipun ia seorang bohemian. Kerah kemejanya selalu kaku karena dikanji, bajunya seantiasa disetrika licin. Ia bahkan boleh dikatakan dandy. Chairil memang telah menjadi legenda sastra Indonesia. Ia memang besar karena kesungguhannya bekerja dan memperjuangkan pilihan hidupnya. Semangat inilah yang dapat menjadi teladan bagi generai muda.
Untuk mengenang Chairil Anwar, DKJ memberikan anugerah sastra kepada para sastrawan dan penyair dengan nama Anugerah Sastra Chairil Anwar. Hadiah itu telah diberikan kepada Mochtar Lubis tahun 1992, Sutardji Calzoum Bachri tahun 1998. Chairil Anwar dianggap sebagai pendobrak zaman dan pelopor angkatan ’45 .
Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" dalam karyanya berjudul Aku adalah penyair terkemuka Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia.
Masa kecil
Dilahirkan di Medan, Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, mantan bupati Indragiri Riau, berasal dari nagari Taeh Baruah, Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Sedangkan dari pihak ibunya, Saleha yang berasal dari nagari Situjuh, Limapuluh Kota dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia.
Chairil masuk sekolah Holland Indische school (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu penjajah Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sekolah menengah pertama belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.
Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastera. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.
Masa Dewasa
Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di "Majalah Nisan" pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya.
Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).
Akhir Hidup
Vitalitas puitis Chairil tidak pernah diimbangi kondisi fisiknya, yang bertambah lemah akibat gaya hidupnya yang semrawut. Sebelum dia bisa menginjak usia dua puluh tujuh tahun, dia sudah kena sejumlah penyakit. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar.
Buku-buku
• Deru Campur Debu (1949)
• Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949)
• Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin)
• "Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949", diedit oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986)
• Derai-derai Cemara (1998)
• Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948), terjemahan karya Andre Gide
• Kena Gempur (1951), terjemahan karya John Steinbeck.
Terjemahan ke dalam bahasa asing
Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing, antara lain bahasa Inggris, Jerman dan Spanyol. Terjemahan karya-karyanya di antaranya adalah:
• "Sharp gravel, Indonesian poems", oleh Donna M. Dickinson (Berkeley? California, 1960)
• "Cuatro poemas indonesios [por] Amir Hamzah, Chairil Anwar, Walujati" (Madrid: Palma de Mallorca, 1962)
• Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York, New Directions, 1963)
• "Only Dust: Three Modern Indonesian Poets", oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets, 1969)
• The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany, State University of New York Press, 1970)
• The Complete Poems of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang, dengan bantuan H. B. Jassin (Singapore: University Education Press, 1974)
• Feuer und Asche: sämtliche Gedichte, Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag, 1978)
• The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, oleh Burton Raffel (Athens, Ohio: Ohio University, Center for International Studies, 1993).
Karya-karya tentang Chairil Anwar
• Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949, diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan, Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta, 1953)
• Boen S. Oemarjati, "Chairil Anwar: The Poet and his Language" (Den Haag: Martinus Nijhoff, 1972).
• Abdul Kadir Bakar, "Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar" (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, 1974)
• S.U.S. Nababan, "A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar" (New York, 1976)
• Arief Budiman, "Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan" (Jakarta: Pustaka Jaya, 1976)
• Robin Anne Ross, Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar, Auckland, 1976
• H.B. Jassin, "Chairil Anwar, pelopor Angkatan '45, disertai kumpulan hasil tulisannya", (Jakarta: Gunung Agung, 1983)
• Husain Junus, "Gaya bahasa Chairil Anwar" (Manado: Universitas Sam Ratulangi, 1984)
• Rachmat Djoko Pradopo, "Bahasa puisi penyair utama sastra Indonesia modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985)
• Sjumandjaya, "Aku: berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers, 1987)
• Pamusuk Eneste, "Mengenal Chairil Anwar" (Jakarta: Obor, 1995)
• Zaenal Hakim, "Edisi kritis puisi Chairil Anwar" (Jakarta: Dian Rakyat, 1996)
Chairil Anwar
Nama penyair Chairil Anwar adalah identik dengan kesusastraan Indonesia. Setiap orang Indonesia yang telah mengecap pendidikan formal pasti mengenal namanya. Ini menunjukkan bahwa Chairil Anwar sangat dikenal sebagai sastrawan, khususnya penyair. Walaupun Chairil Anwar meninggal dalam usia yang relatif muda 27 tahun, tetapi melalui karya-karyanya ia membuktikan kata-kata dalam sajaknya, Sekali berarti setelah itu mati dan Aku mau hidup seribu tahun tahun lagi.
Chairil hadir pada situasi peralihan yang penuh gejolak. Sebuah transisi dari situasi terjajah menuju kemerdekaan. Penolakan terhadap kolonialisme dan pemikiran dunia yang muncul pada masa Perang Dunia II ikut membentuknya. Surat Kepercayaan Gelanggang merupakan wujud penolakan Chairil dan teman-temannya terhadap pengertian kebudayaan nasional sebagai kegiatan melap-lap kemudian lama yang lapuk. Kebudayaan menurut mereka adalah cara suatu bangsa mengatasi masalah yang lahir dari situasi zaman dan tepat.
Chairil Anwar menjadi sangat terkenal karena dua hal. Pertama, ia menulis sajak-sajak bermutu tinggi dengan jenis sastra yang menyandang suatu ideologi atau pemikiran besar tertentu seperti perang, revolusi dan sebagainya. Ahli sastra menyebut sastra jenis ini dengan istilah Sastra Mimbar, yaitu jenis sastra yang secara tematis sangat erat hubungannya dengan keadaan dan persoalan zaman. Hal itu dapat berupa tanggapan dari persoalan-persoalan besar di zaman itu. Beberapa karya Chairil Anwar yang termasuk sastra mimbar adalah Aku, Perjanjian Dengan Bung Karno, Catatan Tahun 1946 dan Kerawang Bekasi.
Kedua, ia juga menulis sajak-sajak yang menjadi bahan perenungan yang temanya lebih kepada persoalan-persoalan keseharian. Ahli sastra menyebutnya Sastra Kamar. Karya Chairil yang digolongkan kedalam jenis ini adalah Senja di pelabuhan, Derai-Derai Cemara, Penghidupan. Pengolahan bahasa sajak-sajak Chairil sangat khas dan spesifik.
Chairil telah membuka kemungkinan yang sangat tak terduga. Ia membawa suasana, gaya, ritme, tempo, nafas, kepekatan dan kelincahan yang mengagumkan kepada sastra Indonesia. Sampai saat ini masih terasa pengaruh bahasa sajak Chairil ikut membawa warna perkembangan bahasa dan sastra Indonesia. Chairil mampu melepaskan bahasa dari lingkungan kaidah baku bahasa, yang mungkin secara tata bahasa menyalahi aturan, tetapi sebagai sarana ekspresi sangat fungsional dan indah. Begitu kuatnya pengaruh Chairil di dalam mengolah pengucapan bahasa sajak, menyebabkan penyair-penyair sesudahnya meneladani cara pengolahan bahasa sajaknya.
Chairil tidak setengah-setangah dalam menggeluti dan menjalani prisnsip hidupnya. Ia dapat mengungkap sesuatu persoalan dengan luas karena pengalaman dan perjalanan hidupnya yang luas pula. Ia juga seorang yang sangat gemar membaca. Apalagi kegemaran\nya ditunjang oleh kemampuannya berbahasa asing seperti Jerman, Belanda dan Inggris dengan baik. Melalui penguasaan bahasa itulah ia memperoleh informasi dari pihak pertama.
Dunia kesusastraan sebagai pilihan hidupnya dijalaninya dengan sangat bersungguh-sungguh. Ia pun bekerja habis-habisan untuk mengolah pilihan hidupnya itu dan ia berhasil, meskipun ia tidak sempat menyaksikan bahwa ia benar-benar berhasil menggeluti pilihan hidupnya itu karena ajal lebih dahulu menjemputnya.
Banyak orang mengira bahwa Chairil adalah petualang kumuh. Tetapi salah seorang sahabatnya, Asrul sani membantahnya. Chairil selalu berpakaian rapi, meskipun ia seorang bohemian. Kerah kemejanya selalu kaku karena dikanji, bajunya seantiasa disetrika licin. Ia bahkan boleh dikatakan dandy. Chairil memang telah menjadi legenda sastra Indonesia. Ia memang besar karena kesungguhannya bekerja dan memperjuangkan pilihan hidupnya. Semangat inilah yang dapat menjadi teladan bagi generai muda.
Untuk mengenang Chairil Anwar, DKJ memberikan anugerah sastra kepada para sastrawan dan penyair dengan nama Anugerah Sastra Chairil Anwar. Hadiah itu telah diberikan kepada Mochtar Lubis tahun 1992, Sutardji Calzoum Bachri tahun 1998. Chairil Anwar dianggap sebagai pendobrak zaman dan pelopor angkatan ’45 .
Kamis, 01 April 2010
sebatang pohon
ada sbtng POHON yg tua,
bila HUJAN turun, bbrp helai DAUN tumbuh
bila MUSIM GUGUR dtg, ANGIN mnerbangkan smua DAUN’nya
Jika dsuruh mmilih, ingin mnjadi apa ?
(plh salah 1 jwbnnya)
1. Hujan
2. Angin
3. Musim Gugur
4. Daun
5. Pohon
Jawaban:
(JGN TRLALU DPRCAYA, NDAK BAIK) hehe..
1. Hujan – km mw mncari seseorg yg bnr2 cinta & suka ma km
2. Angin – km adalah org ke 3 dlm sbuah cinta segi 3
3. Musim Gugur – km bisa mncintai 2 org dlm 1 wkt
4. Daun – km adalah playgirl or playboy
5.Pohon – km begitu setia pd pasanganmu
bila HUJAN turun, bbrp helai DAUN tumbuh
bila MUSIM GUGUR dtg, ANGIN mnerbangkan smua DAUN’nya
Jika dsuruh mmilih, ingin mnjadi apa ?
(plh salah 1 jwbnnya)
1. Hujan
2. Angin
3. Musim Gugur
4. Daun
5. Pohon
Jawaban:
(JGN TRLALU DPRCAYA, NDAK BAIK) hehe..
1. Hujan – km mw mncari seseorg yg bnr2 cinta & suka ma km
2. Angin – km adalah org ke 3 dlm sbuah cinta segi 3
3. Musim Gugur – km bisa mncintai 2 org dlm 1 wkt
4. Daun – km adalah playgirl or playboy
5.Pohon – km begitu setia pd pasanganmu
All about lOVE
- Cinta mungkin tidak akan berlangsung selamanya, tapi ia akan bertahan. Bertahan
begitu lama dan kuat, hingga kita tahu bahwa dia mengkhianati cinta kita. - Kisah cinta tidak ada akhir yang membahagiakan, sebab cepat atau lambat cinta itu tetap abadi hingga salah satu pihak akan berpulang lebih dulu, meninggalkan orang lainnya dalam kepedihan dan dukacita.
- Cinta itu buta dan cinta dapat membukakan mata.
- Kalau kau memusatkan perhatian untuk memberikan cinta, tugasmu akan terasa lebih kecil namun hasilnya besar. Kalau kau memusatkan perhatian untuk mendapatkan cinta, tugasmu akan terasa lebih besar namun hasilnya kecil.
- Mengingat cinta dimasa lalu hanya menambah kita menderita kepedihan hati, dan akan berhenti hingga kita berhenti mengingat masa lalu menjadikannya pengalaman berharga, dan menemukan cinta sejati.
- Aku adalah seorang yang telah kehilangan sinarnya, kini hatiku gelap tapi aku terus berusaha mencari sinar yang akan menerangi hatiku kembali.
- cinta adalah anugrah dari tuhan……..
setiap insan pasti memiliki rasa cinta di dalam hatinya.
cintailah orang yang mencintai dirimu dengan setulus hati……..
kekecewaan dalam bercinta itu adalah hal yang biasa - darah yang mengalir dalam diri ini adalah semata mata untuk perjalanan demi kehidupan didunia, aku lahir karena allah dan aku adalah makhluk tuhan yang tidak ada apa2nya dimatanya, tapi aku menjalaninya dengan segala kemampuan hati dan pikiran.
- Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
- Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
- Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
- Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
- Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
- Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
- Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
- Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
- Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
- Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan
- Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika bertemu seseorang yang sangat berarti dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan harus melepaskannya pergi.
- Sayang tidak bermaksud cinta. Suka tidak serasi dengan cinta. Kagum tidak bererti cinta. Bangga tidak semestinya cinta. Cinta adalah CINTA .
- Falling in love is easy, but staying in love is something very special.. (from: befaithfull)
- Hanya cinta yang bisa membuat kita bahagia di hari ini, dan menangis di keesokan harinya..sesakit dan sedalam apapun luka yang terjadi karena cinta, kita tidak akan pernah sanggup untuk berhenti mencintai.. (from: befaithful)
- Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui
Jumat, 04 Desember 2009
Cerpen " Lamunan"
Baris Tentang Lamunan
semilir angin pagi mebuai lamunan ku dalam bayangan dan hayalan ku yang amat tinggi,aku pun bercinta dengan asa-asa semu yang menggelayut dalam benakku.entah telah berapa lama semua ini ku imajinasikan untuk kemudian terbingkai dalam album maupun figora kisah-kisah itu.
setidaknya aku manusia wajar yang masih menanti kebahagian bukan penderitaan.entah bagaimana caranya pagi yang begitu indah ku nikmati terenggut begitu saja dari hadapan ku.rintikan air dari atas sana membuyarkan semua lamunan ku,sebenarnya aku tak pernah begitu benci pada titik air itu jika dia datang pada saat sang raja siang marah,namun kedatangannya kali ini memuncakkan darah ku sampai naik ke ubun -ubun kepala.bayangkan saja karena kehadiranyya bukan hanya imajinasi ku terganggu tapi juga begitu banyak rencana yang ku susun dari hari kemaren untuk ku nikmati hari ini,hancur semua,bahkan tak berwajah.
dan benar saja rintikan itu kemudian membesar,tumbuh dengan dewasa.heran!!!!!apa yang di makan rintikan itu,hingga begitu cepat mengekang keinginan ku.sesak rasanya terjadi begitu nyata hari ini,bahkan menampar ku dengan lantang,membuat ku terjaga hidup ini REAL,dan mempunyai muka nya yang bermacam-macam dengan keadaan yang dapat berganti sekejap bak pesulap dengan lakonnya.
mau tak mau aku harus mengikuti sandiwara ni,ouuuupsss!!!!!maksudnya jalan hidup milik tuhan ini,mmm....karena memang rencana ku telah buyar semenjak kunjungan titik air itu,maka ku putuskan dengan sebuah pilihan,kembali dalam peraduan ku tadi yang sejenak ku tinggalkan.huh....tak usah basa-basi lagi lamunan ku ku lanjutkan.hah....hah....hah...sepintas otak dan perasaan ku tertawa,kupikir lamunan ku ta ubahnya seperti sinetron yang bersambung-sambung dramanya.begiutlah!!!!
tapi kenapa ini????aku buntu,otakku tak ingin berputar,mengolah semua imajinasi ku tadi yang masih berupa bahan setengah matang,apa iya!!!lamunan ini tak ada guna untukku,apa mungkin aku tak boleh terjerumus dalam hayalan ku,dan apa mungkin lamunan ku adalah sekilas dari sekian banyak ego yang menyelimuttiku???
SADAR!!!berulang kali huruf ke lima ini mengguyurku untuk bangun dan mengatakan,biarkan rencana dan angan mu tadi hancur tapi pernah kah engkau berpikir masih banyak realitas lain yang menunggu untuk kau garap...!!!!
lagi-lagi kebingungan manusia menghampiri ku,padahal hanya secuil tentang lamunan yang ku ributkan,tapi membuat ku trus berusaha untuk mencari jawabannya....!!!!
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
SEBENARNYA GAMPANG SAJA JAWABAN ITU.....
HIDUP BERAWAL DARI MIMPI
GANTUNGKAN YANG TINGGI HINGGA KELAK KAU MATI.........(setidaknya bait lagu ini mewakili)
DAN IRINGILAH BAIT INI DENGAN NIATAN TULUS MELANJUTKAN HAYALAN MU UNTUK MENJADI NYATA
KARENA KEDUANYA TELAH HIDUP ABADI SEBELUM KAU DI LAHIRKAN...........
setidaknya aku manusia wajar yang masih menanti kebahagian bukan penderitaan.entah bagaimana caranya pagi yang begitu indah ku nikmati terenggut begitu saja dari hadapan ku.rintikan air dari atas sana membuyarkan semua lamunan ku,sebenarnya aku tak pernah begitu benci pada titik air itu jika dia datang pada saat sang raja siang marah,namun kedatangannya kali ini memuncakkan darah ku sampai naik ke ubun -ubun kepala.bayangkan saja karena kehadiranyya bukan hanya imajinasi ku terganggu tapi juga begitu banyak rencana yang ku susun dari hari kemaren untuk ku nikmati hari ini,hancur semua,bahkan tak berwajah.
dan benar saja rintikan itu kemudian membesar,tumbuh dengan dewasa.heran!!!!!apa yang di makan rintikan itu,hingga begitu cepat mengekang keinginan ku.sesak rasanya terjadi begitu nyata hari ini,bahkan menampar ku dengan lantang,membuat ku terjaga hidup ini REAL,dan mempunyai muka nya yang bermacam-macam dengan keadaan yang dapat berganti sekejap bak pesulap dengan lakonnya.
mau tak mau aku harus mengikuti sandiwara ni,ouuuupsss!!!!!maksudnya jalan hidup milik tuhan ini,mmm....karena memang rencana ku telah buyar semenjak kunjungan titik air itu,maka ku putuskan dengan sebuah pilihan,kembali dalam peraduan ku tadi yang sejenak ku tinggalkan.huh....tak usah basa-basi lagi lamunan ku ku lanjutkan.hah....hah....hah...sepintas otak dan perasaan ku tertawa,kupikir lamunan ku ta ubahnya seperti sinetron yang bersambung-sambung dramanya.begiutlah!!!!
tapi kenapa ini????aku buntu,otakku tak ingin berputar,mengolah semua imajinasi ku tadi yang masih berupa bahan setengah matang,apa iya!!!lamunan ini tak ada guna untukku,apa mungkin aku tak boleh terjerumus dalam hayalan ku,dan apa mungkin lamunan ku adalah sekilas dari sekian banyak ego yang menyelimuttiku???
SADAR!!!berulang kali huruf ke lima ini mengguyurku untuk bangun dan mengatakan,biarkan rencana dan angan mu tadi hancur tapi pernah kah engkau berpikir masih banyak realitas lain yang menunggu untuk kau garap...!!!!
lagi-lagi kebingungan manusia menghampiri ku,padahal hanya secuil tentang lamunan yang ku ributkan,tapi membuat ku trus berusaha untuk mencari jawabannya....!!!!
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
SEBENARNYA GAMPANG SAJA JAWABAN ITU.....
HIDUP BERAWAL DARI MIMPI
GANTUNGKAN YANG TINGGI HINGGA KELAK KAU MATI.........(setidaknya bait lagu ini mewakili)
DAN IRINGILAH BAIT INI DENGAN NIATAN TULUS MELANJUTKAN HAYALAN MU UNTUK MENJADI NYATA
KARENA KEDUANYA TELAH HIDUP ABADI SEBELUM KAU DI LAHIRKAN...........
naskah drama "mengapa?"
Naskah Drama
Mengapa ??!!
Malam semakin pekat, suara anjing yang menggonggong menambah kesunyian malam, tapi bulan masih tetap menyempatkan memancarkan sinarnya, Bunga masih duduk di sofa yang sudah berwarna gelap dan berdebu sambil memandangi foto seorang pemuda. Lalu, dalam sekejap matanya pun berkaca- kaca dan setetes demi setetes air matanya pun keluar dari kelopak mata yang begitu indah. Namun, dia tak sanggup lagi memendam semuanya, dia hanya bisa menangis dan hanya bisa mencurahkan semua isi hatinya dalam sebuah diary. Suara langkah pun terdengar, Bunga pun cepat menghapus air matanya. Lalu terdengar suara ketukan pintu, Bunga pun bergegas untuk membukanya. Ternyata yang datang seorang gadis cantik yang usianya tidak terlampau jauh dari Bunga, dia Sari kakak Bunga.
Bunga : ( Sambil menghapus air matanya, dia berlari dan membuka pintu ) Ada apa kak?
Sari : ( Terkejut melihat mata adiknya bengkak, lalu dia mencoba menyetuh mata adiknya ) Tidak ada apa- apa!. Saya hanya melihat keadaanmu, adikku yang cantik. Kamu kenapa? Kamu sakit? ( sambil memeriksa keadaan adiknya)
Bunga : Tidak kak! ( berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya)
Sari : Tidak, kamu bohong sayang !. Saya kenal kamu dari kecil, kamu tidak akan seperti ini kalau tidak terjadi apa- apa. Tolong jujur pada kakak. ( sambil memeluk adiknya)
Bunga : ( Menangis dalam pelukan kakaknya) Kak, kenapa semua ini terjadi? Kenapa...?
Sari : ( Menghapus air mata adiknya dan melepaskan pelukan adiknya) Cerita sama kakak, apa yang telah terjadi?
Bunga : ( berdiri dan mencoba menahan air matanya) Kak dia pergi meninggalkanku. Dia pergi bersama wanita lain ( Melemparkan foto yang di sofa).
Sari : Siapa dia? Maksudmu pangeran bertopeng itu? ( Sambil berdiri dan memegang bahu adiknya)
Bunga : ( Mengangguk) Iya.
Sari : Sudahlah, lupakan saja dia!
Bunga : Kak, kemarin saya melihat dia pergi bersama sahabatku lalu saya mengikutinya dan....( Melempar boneka dan menghantam cermin yang dimuka )
Sari : ( menarik tangan adiknya yang penuh darah) Bunga, kamu tidak boleh begini !. Kamu menyakiti dirimu sendiri sedangkan di luar sana dia bahagia bersama wanita lain.(Bergegas mengambil kotak obat)
Bunga merintih kesakitan tapi dia menangis bukan karena tangannya terluka tapi karena rasa sakit hatinya kepada lelaki biadab yang membohonginya selama ini.
Bunga : Bagaimana saya bisa melupakannya? Selama ini semuanya sudah saya berikan, saya rela menanggung malu demi dia, saya rela di cemooh dan di caci oleh orang- orang hanya karena dia, bahkan saya rela memberikan hal yang paling berharga dalam hidupku. Tapi apa balasannya? Apa?!
Sari : Kamu harus sabar. Maksudmu, Kamu sudah tidur dengannya?
Bunga : ( menggeleng) Tidak, tidak...saya tidak pernah melakukannya dan saya masih bisa menjaga kehormatanku sebagai seorang wanita.
Sari : (Mengobati tangan adiknya yang terluka ) Kamu terlalu bodoh melakukan hal ini, kamu sudah termakan rayuan gombal lelaki biadab itu. Dia tidak punya hati melakukan hal ini kepadamu.
Bunga : ( Merenungi perkataan kakaknya) Iya...saya sadar akan hal itu. Saya tau kalau saya tidak seharusnya melakukan hal ini.
Sari : Memangnya apa yang telah kamu lakukan?
Bunga : ( Diam)
Sari : ( berdiri dan meninggal adiknya sendiri) Baiklah, sekarang kamu istirahat saja !.
Sepeninggalan Sari, bunga pun duduk termenung lalu sesaat ponselnya pun berbunyi, dia berdiri dan mengambil ponselnya.
Bunga : (Membaca pesan singkat yang masuk) Kenapa dia masih menggangguku? Mengapa? ( Menghamburkan semua yang ada di atas meja belajarnya).
Kemudian dia membuka laci dan mengambil sebuah botol yang berisi pil, kemudian dia meneguk beberapa pil lalu dia pun terjatuh dengan tubuh yang kejang- kejang dan mulut yang berbusa. Lalu sari pun kembali ke kamar adiknya karena merasa ada sesuatu yang teringatkan, ternyata ponselnya tertinggal.
Sari : (mengetuk pintu kamar adiknya) Nga...Bunga...Kakak mau ambil ponsel kakak yang ketinggalan tadi sayang.
Kemudian dia mencoba mendobrak pintu kamar adiknya karena takut terjadi apa- apa.
Sari : ( mendobrak pintu kamar adiknya) Bunga... kamu kenapa sayang?. Bunga bangun...! Jangan tinggalkan kakak, Bunga.
Sari : ( mengangkat adiknya ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit ) Bunga, Bunga ...kamu harus bertahan adikku. Kamu harus bisa,sayang. Kita akan ke rumah sakit, kamu harus bertahan.
Bunga : ( Dengan nafas sesak dan tidak mampu lagi) Tidak usah. Kak, maafkan kesalahan bunga selama ini dan jaga diri kakak baik-baik.
Sari : (menangis dan memeluk tubuh adiknya) Bunga....!
Bunga : (mendekat ke telinga kakaknya dan berbisik) Kak, maafkan saya. Kakak saya pergi dulu, saya ingin istirahat dengan tenang dan kakak tidak usah dendam dengan lelaki itu.( Menghembuskan nafas terakhirnya)
Sari : ( Menangis dan Mengangkat tubuh adiknya) Bunga...jangan tinggalkan kakak. Bangun sayang kamu tidak boleh meninggalkan kakak sendiri.
Keesokan harinya setelah penguburan Bunga, sari tetap termenung di dalam kamar adiknya. Lalu dia membuka laci dan menemukan sepucuk surat.
Untuk
Kakakku tersayang.
Kak, sebelumnya saya minta kakak jangan menangisi kepergianku. Saya pergi bukan karena saya tidak sayang pada kakak. Saya sangat sayang pada kakak, tapi saya harus melakukan ini. Lagi pula saya tidak mampu menahan semuanya. Rasa sakit hatiku kepadanya sudah tidak bisa saya pendam. Kakak tolong jangan menaruh dendam kepadanya, kakak harus memaafkan dia. Demi saya dan almarhum ayah. Saya belum sempat memberitahu kakak tentang hal yang saya berikan kepadanya. Kak, sebulan yang lalu dia sakit, dia butuh jantung lalu saya memberikan jantungku sebagai pengganti jantungnya karena saya tidak ingin kehilangan dia. Tapi, dia balasnya hanya dengan membuatku sakit. Jaga diri kakak baik- baik dan jangan pernah kakak melakukan hal seperti ini. Kakak harus ingat meskipun saya sudah berada jauh tapi saya akan tetap selalu di hati kakak....
Salam sayang
Adikmu Bunga....
Sari : Kakak janji bunga, akan memaafkannya. ( Memeluk foto adiknya).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar